Satelit9.info Gunungkidul-Tebing karang yang patah dan melongsor ceruk tepi Pantai Sadranan, Gunungkidul, DIY, kini dievakuasi oleh tim gabungan. Mereka menggunakan dua alat berat untuk menyelamatkan korban di bawah timbunan karang.
Malam ini, tim evakuator dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan posko SAR DIY sedang bekerja di lokasi, tepi Pantai Sadranan, Sidoharjo, Tepus, Gunungkidul, DIY, Selasa (17/6/2015).
Dua alat berat itu adalah aback hoe. Namun mata aback hoe itu rencananya akan diganti dengan mata bor agar bisa menghancurkan karang yang patah itu. Petugas gabungan dari PMI, SAR Linmas, Kepolisian Resor Gunungkidul yang dikoordinasikan oleh BPBD DIY terus melakukan upaya evakuasi terhadap korban runtuhnya tebing di pantai Sadranan, Pulegundes II, Sidoharjo, Tepus, Rabu malam(17/06/2015).
Saat berita ini dilansir, sebanyak 3 orang berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Wonosari. Didapat kabar bahwa dari 3 korban tersebut, 1 orang diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dan seorang lainnya dalam keadaan luka parah, sedangkan seorang lainnya masih belum diketahui nasibnya.
"Untuk identitas korban yang berhasil dievakuasi kita masih belum mengetahui lantaran begitu berhasil dievakuasi langsung dimasukan ke ambulance," ungkap petugas dari Polsek Tepus, Aiptu Subadri ketika ditemui di lokasi kejadian sekitar pukul 17.30 WIB.
Dari data sementara yang diperoleh petugas, sedikitnya 5 orang masih terjebak di dalam timbunan batu karang dan belum berhasil dievakuasi. Kelima orang tersebut adalah Dani (25) warga Salam, Magelang, dan istrinya Tanti (21), Joko Susanto (30) warga Srumbung, Magelang, dan dua keponakannya, Risa Umami (22) serta Muh Taufik (24) keduanya juga warga Srumbung, Magelang.
"Dimungkinkan masih ada korban lain," lanjut dia.
Post a Comment