Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Tebing di Pantai Sadranan Sudah Lama Retak Ironis Tidak Ada Papan Peringatan


Satelit9.info Gunungkidul- Lokasi tebing longsor di Pantai Sadranan, Tepus, Gunungkidul, DIY dikenal warga sangat indah. Lokasi tersebut menjadi tujuan wisatawan untuk berfoto-foto atau bersantai menikmati pemandangan laut. Tetapi memang banyak yang tidak mengetahui bahwa tebing tersebut berbahaya. Padahal, keretakan sudah terjadi sejak lama dan semakin banyak. Warga yang tinggal di sekitar Pantai Sadranan, Suryo (35) mengatakan Kamis dinihari(18/6/2015) keretakan tebing sudah terlihat sejak 7 tahun yang lalu. Semakin absolutist kondisinya semakin membahayakan. Namun, tidak ada papan peringatan yang dipasang oleh pihak berwenang. "Itu retak-retak sudah tahunan. Tapi tidak diberi tanda kalau berbahaya," kata Suryo di lokasi, Kamis (18/6/2015) malam. Lokasinya memang bagus dan selalu ramai dikunjungi wisatawan tiap akhir pekan. Saat peristiwa terjadi, lokasi sedang digunakan untuk trasisi padusan warga. Menurut Suryo, di lokasi juga digunakan untuk upacara tradisi Nyadran. Ada ratusan orang yang selalu mengikuti tradisi nyadran di lokasi. Tradisi nyadran di lokasi digelar setiap tahun sekali.Data sementara hingga Rabu malam (17/06/2015) tercatat baru 4 orang korban wisatawan yang berhasil dievakuasi. Ada pula korban yang masih tertindih bongkahan batu bukit ambrol di Pantai Sadranan, Sidoharjo, Kecamatan Tepus. Kanit SPKT I Polres Gunungkidul, Ipda Amrun Faid saat dikonfirmasi mengatakan, hingga sekitar pukul 22.30 WIB sudah 4 korban yang berhasil dievakuasi oleh petugas terdiri dari 2 korban tewas dan 2 korban luka parah. "Korban meninggal di TKP yakni Joko Susanto (37), warga Logandeng, Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang dan satu lagi perempuan belum diketahui identitasnya," ucap Ipda Amrun. Sementara 2 korban selamat atas nama Karwati (40) warga Bulu, Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo menderita patah tulang tumit kaki kiri dan Ahmad Taufik (30) warga Logandeng, Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang. Dia mengalami serius yakni luka kepala belakang sobek di 2 tempat dan patah tulang paha kaki kiri. Kedua korban selamat itu sementara opname di RSUD Wonosari.

Post a Comment