Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Rel KA Lintas Selatan Disabotase Pakai Batu 40 Kg

Satelit9.info Purwokerto- Perjalanan kereta api di lintas selatan disabotase, pagi tadi. Sebongkah batu berukuran 45x30 sentimeter dipasang orang tak dikenal untuk mengganjal rel. "Tindakan sabotase itu terjadi di KM 395+1/2 petak jalan antara Stasiun Sikampuh dan Stasiun Maos, masuk wilayah Dusun Rawaeng, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Cilacap," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT KAI Daop V Purwokerto, Surono di Purwokerto, Sabtu malam(20/6/2015). Menurut dia, tindakan sabotase itu pertama kali diketahui oleh salah seorang Juru Pemeriksa Jalur (JPJ) Adi Wahyu Pamungkas, 32, yang sedang bertugas memeriksa jalur rel antara Stasiun Sikampuh dan Stasiun Maos. Adi yang bertugas memeriksa rel dengan berjalan kaki itu berangkat dari Stasiun Sikampuh pada pukul 08.06 WIB. Sekitar pukul 08.20 WIB, Adi tiba di jembatan nomor BH 1556. Di tempat itu, ia menemukan sebongkah batu besar. Batu tersebut dipasang pada celah antara rel KA dan rel pengaman yang ada di jembatan. Padahal, pada pukul 09.30 WIB, dari arah Maos akan melintas KA angkutan Semen Holcim tujuan Stasiun Lempuyangan dan sekitar 30 menit kemudian akan ada KA Lodaya jurusan Solo-Bandung yang datang dari arah timur. Adi segera melaporkan kejadian itu kepada Petugas Pemimpin Perjalanan KA (PPKA) Stasiun Sikampuh Arif Susilo melalui telepon seluler yang diteruskan ke Unit Pengamanan Daop V Purwokerto. Surono mengatakan, petugas Unit Pengamanan Daop V Purwokerto pun segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sehingga batu itu tidak sampai terlindas. Jika dilindas KA, dapat menimbulkan kecelakaan fatal. "Kami yakin pelakunya adalah orang dewasa, karena melihat batunya cukup besar dan berat, juga dipasang di tengah jembatan. Ini jelas sabotase," katanya. Menurut dia, aksi pengganjalan batu pada rel KA tersebut diperkirakan dilakukan antara pukul 07.45-08.10 WIB karena sebelumnya, pada pukul 07.35 WIB jalur itu dilewati KA barang tanpa muatan yang datang dari arah timur. Perjalanan KA barang lancar. Pada batu tersebut juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas terlindas roda KA. "Kemungkinan pengganjalan dilakukan setelah melintasnya KA barang nomor 2751 dari arah timur," katanya. Terkait hal itu, dia mengatakan pihaknya segera melaporkan upaya sabotase tersebut ke Polsek Adipala berikut barang bukti batu seberat 40 kilogram (kg) guna pengusutan dan penanganan lebih lanjut. Dia berharap kasus pengganjalan rel kereta ditangani serius oleh kepolisian. "Kami menganggap serius kejadian ini, karena sangat mengancam keselamatan perjalanan kereta api dan penumpang," katanya. Menurut dia, batu sebesar itu dapat menyebabkan roda KA loncat dari rel dan anjlok. "Apalagi lokasi pengganjalan batu tersebut berada di tengah jembatan, sehingga jika sampai terlindas KA yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi dapat menyebabkan kecelakaan. Bahkan, KA bisa terguling di jembatan," katanya.

Post a Comment