Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Memakai Egrang Perjalanan Yudi Karyono Sampai Semarang

Satelit9.info Semarang-Semangat Yudi Karyono (52), seniman ketoprak warga Panembahan Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta untuk memperjuangkan egrang sebagai alat olah raga dan seni budaya memang bukan main-main. Berangkat dari rasa keprihatinan atas tenggelamnya alat permainan tradisional tersebut membuatnya ‘unjuk gigi’ dengan egrang. Pria dua anak dan memiliki seorang cucu ini lantas mendesain egrang dari bahan alumunium dan besi untuk mendukung tekatnya ber-egrang dari Yogyakarta menuju Jakarta. Tujuan untuk menemui Presiden RI Joko Widodo bukan sensasi belaka. Dia ingin menyampaikan pesan agar egrang menjadi alat olahraga dan agar dipatenkan menjadi alat permainan tradisional yang harus dikenal oleh anak-anak Indonesia. Perjalanan dengan egrang menuju Jakarta pun mulai ditempuh pada Rabu (10/6) lalu dan baru sampai di Semarang, Rabu (24/06/2015)pagi.Jelajah Wisata Yudi EGRANG tadi pagi sampai Semarang. Rencana ketemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak jadi karena Gubernur ada acara mendadak, dan telah diterima Bagian Humas Kantor Gubernur Jawa Tengah Kabiro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Sinoeng NR Msi. Selama 3 hari di Semarang Yudi Egrang dengan setia di temani oleh Chigit Putra, member icj, korwil sleman. Perjalanan perdananya dilepas oleh Camat Keraton Widodo Mujiatmo dan Lurah Panembahan Purnomo SE. Selama perjalanan, Yudi mengaku tak pernah melepas egrangnya. Dia terus berjalan di atas egrang yang dibuatnya menelan beaya Rp 2,25 juta. Agar badannya tak lelah dan drop, maka dia mengatur waktu istirahatnya setelah menempuk jarak 3 hingga 4 kilometer. Istirahatnya pun Yudi memilih di masjid, selain untuk tempat salat juga menurutnya suasana di masjid sangat tenang untuk istirahat. Dalam perjalanannnya dia tak pernah meninggalkan ibadah salat dan puasa Ramadan. “Meski puasa saya tetap jalan egrang menyusuri jalur-jalur padat penuh lalu lalang kendaraan umum. Kunci menjaga backbone saya adalah setiap saur dan buka saya tak meninggalkan minum air madu”, ungkap Yudi Karyono. Awal-awal perjalanan, menurut pengakuannya sangat berat. Terutama saat melintasi jalur Tempel, keluar dari Provinsi DI Yogyakarta menuju Jawa Tengah. Beban pakaian dan perlengkapan mandi dalam tas seberat 30 kilogram seolah memaksa bahunya untuk berhenti bergerak. Meski demikian, Yudi tak menyerah. Bahkan di menerapkan tekad pantang untuk kembali.(Chigit Putra ICJ)

Post a Comment