Satelit9.info Jakarta- Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jika keberhasilan pihaknya menangkap seorang pentolan teroris Poso bernama Daeng Koro ternyata memunculkan tokoh baru.
"Selain Santoso, ambition (utama) kita juga Basri. Ini yang terus kita kejar. Kesulitannya karena mereka di hutan yang memang luas. Di hutan siapa yang menyokong mereka? Tapi makanan dibawa oleh kurir-kurirnya," kata Badrodin Rabu (27/5).
Basri yang dimaksud adalah terpidana kasus teror yang didakwa dalam kasus mutilasi tiga siswi SMU Kristen dan serangkaian aksi aksi terorisme di Poso pada 2005 lalu.
Dia telah divonis hukuman penjara selama 19 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Desember 2007.
Namun pada 2013 lalu Basri berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Ampana, Tojouna-una, Sulteng.
Dia kabur setelah mendapat izin dari pihak Lapas untuk menjenguk keluarganya yang sedang sakit di wilayah tersebut. Sejak itu Basri diyakini sudah kembali bergabung dengan kelompok teror.
Seperti diberitakan,Detasemen Khusus 88 menangkap tujuh orang dan menembak mati dua terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam serangkaian operasi anti teror sejak Jumat (22/5) hingga hari ini, Senin (25/5), di Sulsel dan Sulteng.Kapolri:Basri, Target Baru Densus 88
Satelit9.info Jakarta- Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jika keberhasilan pihaknya menangkap seorang pentolan teroris Poso bernama Daeng Koro ternyata memunculkan tokoh baru.
"Selain Santoso, ambition (utama) kita juga Basri. Ini yang terus kita kejar. Kesulitannya karena mereka di hutan yang memang luas. Di hutan siapa yang menyokong mereka? Tapi makanan dibawa oleh kurir-kurirnya," kata Badrodin Rabu (27/5).
Basri yang dimaksud adalah terpidana kasus teror yang didakwa dalam kasus mutilasi tiga siswi SMU Kristen dan serangkaian aksi aksi terorisme di Poso pada 2005 lalu.
Dia telah divonis hukuman penjara selama 19 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Desember 2007.
Namun pada 2013 lalu Basri berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Ampana, Tojouna-una, Sulteng.
Dia kabur setelah mendapat izin dari pihak Lapas untuk menjenguk keluarganya yang sedang sakit di wilayah tersebut. Sejak itu Basri diyakini sudah kembali bergabung dengan kelompok teror.
Seperti diberitakan,Detasemen Khusus 88 menangkap tujuh orang dan menembak mati dua terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam serangkaian operasi anti teror sejak Jumat (22/5) hingga hari ini, Senin (25/5), di Sulsel dan Sulteng.
Post a Comment