Satelit9.info Sukoharjo-Masyarakat Pasar Ir Soekarno digegerkan dengan ulah seorang pria paruh baya yang menenteng dua Senjata Tajam (Sajam), Selasa (21/4/2015) siang. Pria yang dikenal dengan nama Kresek, warga Brangkidul, Desa/Kecamatan Bendosari itu sempat melukai seorang Satpam Pasar Ir Soekarno dan salah satu anggota Satlantas Polres Sukoharjo.
Setelah dikejar hingga kurang lebih 3 Kilometer itu berhasil ditangkap dalam keadaan terluka dan berdarah.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pria yang diduga gila tersebut sempat mengamuk di RSUD Sukoharjo sebelum menuju ke Pasar Ir Soekarno. Di depan Markas Satlantas Polres Sukoharjo, dia sempat menggeber-geber motor Yamaha Jupiter dengan nopol AD 6343 AK yang dikendarainya. Pria itu juga mengacungkan dua sajam yang menyerupai pedang kearah petugas yang mencoba menenangkannya. Tak pelak, ulahnya itu menyedeot perhatian warga dan pengguna jalan.
Pria berambut kumel itu juga sempat menyerang dan mengejar seseorang yang berlari masuk ke Kantor Satlantas. Salah seorang anggota satlantas, Brigadir Anggara yang berusaha menenangkannya justru terluka karena terkena sajam Kresek. Polisi yang baru satu hari bertugas di Satlantas itu terluka dibagian telapak tangan kanan. Selain dia, seorang satpam Pasar Ir Soekarno yang diketahui bernama Ragil terluka dibagian beberapa jari tangannya hampir putus.
“Setelah menggeber-geger motornya, dia berhenti di jalan masuk pasar. Sebelum saya terluka, Satpam Pasar Ir Soekarno (Ragil) yang terluka tangannya kena pedang. Saya negosiasi, sudah luluh, tapi kembali ngamuk saat mau ditangkap,” kata Brigadir Ragil.
Bahkan, todongan pistol petugas tidak membuat Kresek gentar. Dia justru terlihat nyantai dengan memain-mainkan dua pedang ditangannya. Setelah itu, seorang anggota Provos Polsek Sukoharjo Kota, Aiptu Zaedun terlihat bernegosiasi untuk menenangkannya, namun gagal.
“Tadi ada laporan dari RSUD, ada orang gila bawa pedang. Saya kesana sudah tidak ada, ternya dia ke kesini (pasar Ir Soekarno). Dia diajak bicara nyaut, tapi tidak mau ngomong mengapa bawa pedang seperti itu. Saya mencoba minta pedangnya karena banyak orang takut,” kata Aiptu Zaedun.
“Saya tidak ganggu orang, ini untuk jaga-jaga saya untuk keselamatan saya,” imbuhnya menirukan perkataan orang yang diduga accent berat itu.
Sejumlah anggota Satlantas dan Polsek Sukoharjo Kota bersama TNI dan belasan warga terus berusaha menangkapnya. Sebab dia menuntun sepeda motornya memasuki assemblageKampung Larangan Kelurahan Gayam, Sukoharjo. Warga berusaha menyerang orang tersebut dengan lemparan batu dan benda tumpul seadanya. Bahkan orang tersebut sempat dikira pelaku pencurian. Dia tidak gentar, orang itu melawan dan mengayun-ayunkan dua pedangnya. Setelah terdesak dia berusaha melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya. Namun, pelariannya berakhir di timur Simpang Empat RSUD Sukoharjo. Kresek ditangkap dengan keadaal luka dan mengeluarkan darah. Kasatlantas Sukoharjo, AKP Maryadi yang turut mengejar orang itu mengatakan, perlakuan terhadap orang gila berbeda dengan pelaku kriminal pada umumnya. “Kami mengusahakan tidak melukai. Tapi namanya orang banyak ada yang lempar batu, ya luka. Tapi tidak didor (ditembak), itu tidak boleh. Teorinya, kalau lari dikejar akhirnya lelah dan mudah ditangkap. Dia dibawa ke RSUD untuk mendapat perawatan dan pemeriksaan kejiwaan. Kami Borgol. Selanjutkannya nanti tugas Dinas Sosial kalau memang dia gila,” kata kasatlantas.

Post a Comment