Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Peringatan KAA,6 Kapal Perang Jaga Perairan Pulau Jawa

Satelit9.info Jakarta - Sebanyak 6 kapal perang TNI AL dan 6 kompi personel gabungan dari berbagai satuan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Senin (20/4) pagi di Dermaga Terminal 2 JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dilepas untuk menjaga pengamanan wilayah perairan Pulau Jawa. Terutama perairan sebelah Utara dan Selatan DKI Jakarta dan Bandung. Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) dan selaku Komandan Satuan Tugas Laut PAM VVIP KAA, Laksamana Muda TNI A Taufiqurrachman ‎mengatakan pengamanan tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan berlangsung 19-24 April 2015 baik di Jakarta dan Bandung. "Persiapan yang kita lakukan dalam operasi ini adalah fungsi intelijen untuk mengantisipasi berbagai ancaman baik di darat terutama di laut,‎ meski kondisi aman, tapi kita tetap melakukan patroli untuk mencegah kemungkinan terburuk‎," ujar Taufiq, Senin (20/4 pagi) di dermga JICT 2. Menurut Taufiq, pihaknya akan mengedepankan prioritas pelayanan pengamanan perairan baik personel yang ada di kapal perang maupun di pangkalan. "Sejauh ini kondisi keamanan kita pantau masih dalam keadaan kondusif, namun pengamanan ini merupakan bentuk standar prosedur pengamanan," ujarnya. Armada yang dikerahkan dalam pengamanan tersebut diantaranya: KRI John Lie 358, KRI Oswald Siahaan 354, KRI Imamm Bonjol 383, KRI Pati Unus 384, KRI Beladau 643, KRI Makassar 590, 1 Pesawat U-618, 2 Heli Bolco dan 2 Sea Rider Kopaska. Sementara itu, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Guspurlabar), Laksamana Pertama TNI Hutabarat mengatakan operasi pengamanan tersebut mengerahkan 1.900 personel TNI AL. ‎"Operasi patroli rutin seperti pengamanan batas wilayah negara tetap berjalan, pengamanan KAA ini untuk mengatasi ancaman keamanan namun yang sifatnya bukan invasi," ujar Hutabarat. ‎Menurutnya, KRI John Lie dan berbagai KRI lain yang dikerahkan bisa melakukan penyerangan udara dan bawah laut‎ dan diposisikan pada poros ancaman, sehinggga dapat memperluas daya jangkau pengamanan dan pendeteksian. "Kapal KRI John Lie yang berangkat pagi ini akan berangkat menuju Perairan Teluk Jakarta, Perairan Banten sampai Cirebon‎ sejauh 200 abyssal mile‎," ujar Hutabarat. Menurut hasil pengamatan Suara Pembaruan di lapangan, pasukan yang dilepas dilengkapi dengan persenjataan lengkap serta ada dua kapal yang berangkat dari Terminal 2 Pelabuhan Tanjung Priok.

Post a Comment