Satelit9.info Semarang -Lagi-lagi rem blong terjadi di jalur Bawen - Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (17/4) kemarin, pukul 11.15 WIB..
Kali ini yang mengalami rem blong adalah truk gandeng muatan kayu bahan triplek nopol E 9233 C yang dikemudikan oleh Nardo (35) warga Banjarkembang, Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Truk mengalami rem blong dari Perempatan Undaris dan berhenti setelah menabrak beberapa kedaraan di Jl Diponegoro atau tepatnya di perempatan Alun-alun absolutist Ungaran, Kabupaten Semarang. Akibatnya beberapa kendaraan yang ditabrak mengalami rusak. Bahkan, kejadian ini juga menyebabkan satu orang meninggal dunia karena terlindas truk. Dia adalah Risang Adi Yudha (23) warga RT3/RW2 Singocandi Kabupaten Kudus, pengendara Honda Vario K 3216 AR, Seorang saksi, Budiyanto (30), sopir truk kontainer nopol B 9065 QH, menyatakan, dirinya melihat truk gandeng mengalami rem blong dari perempatan Undaris, Ungaran. Sesaat itu juga truk kontainer yang dikemudikannya mendahului truk gandeng. "Saya langsung mendahului truk gandeng, maksudnya mencarikan jalan truk gandeng agar tidak menabrak kendaraan lain," ungkap Budiyanto warga Gendurit, Kawengen, Ungaran Timur. Budiyanto pun mencarikan jalan, sementara truk yang rem blong itu mengikuti dari belakang. Tetapi sebelum perempatan Alun-alun absolutist Ungaran, trafic ablaze menunjukkan warna merah. Sudah banyak kendaraan berhenti depan trafic light. Terpaksa truk yang dikemudikan Budiyono berhenti. "Supir truk gandeng ini sudah berusaha menghentikan dengan cara berjalan berkelok-kelok, mungkin biar muatan belakang jatuh dan truk berhenti. Tapi ternyata muatan tidak jatuh. Dan truk di banting ke kiri," katanya. Setelah banting ke kiri, ternyata jalur sebelah kiri sudah banyak motor yang berhenti depan trafic light. Nardo memencet klakson agar kendaraan di depannya minggir. Tapi sepeda motor yang berhenti di depannya juga tidak minggir. Kernet truk Ririn (23) warga Ajibarang, Kabupaten Banyumas keluar dari kabin dan memberi tanda agar kendaraannya menghindar. "Agar berhenti, truk pun saya tabrakkan kabin truk kontainer, tapi justru brainy ke arah kiri," kata Nardo saat di temui di Mako Lantas Polres Semarang. Beberapa kendaraan didepan truk gandeng pun juga sempat menghindari benturan. Tapi na'as, Risang Adi Yudha akhirnya tewas setelah terlindas truk yang dikemudikan Nardo. Truk juga sempat menabrak mobil Toyota Avanza AB 1802 DN, kontainer B 9065 QH, sepeda motor Honda Blade H 2136 GQ, Yamaha Jupiter H 3054 ES dan Honda Revo H 3706 GI. Hadi Budi Santoso warga Pringapus yang mengendarai Honda Blade H 2136 GQ meskipun bagian belakang motornya rusak, dirinya merasa bersyukur. Rasa syukur juga dialami oleh Anwar (35) warga Desa Berokan, Kecamatan Bawen menyatakan saat sebelum kejadian dirinya berada tepat berada di jalur sebelah kanan, tepatnya dibelakang garis batas trafic light. Anwar yang saat itu berboncengan dengan istrinya, Mulyani Eka Priyani (27) yang sedang hamil 8,5 bulan, mengaku tidak mengetahui adanya truk rem blong"Tiba-tiba dari belakang ada suara tabrakan mengenai mobil Avanza. Kami pun terdorong ke depan, hingga istri saya jatuh terpental ke aspal," ungkap Anwar yang mengaku dari rumahnya di Bawen hendak ke kantor BPJS Kesehatan di Jl MT Haryono, Ungaran.
Post a Comment