Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Jelang Eksekusi Mati Pintu Masuk Nusa Kambangan Dijaga Ketat

Satelit9.info Jakarta- Meski jadwal pelaksanaan eksekusi sepuluh terpidana mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah be
lum bisa dipastikan, kawasan Pelabuhan Wijaya Pura sebagai pintu masuk penyeberangan ke Nusakambangan mulai memberlakukan aturan ketat. Bukan hanya orang luar saja yang tak diperkenankan masuk breadth pelabuhan, tapi warga sekitar pun tak diperkenankan bisa bebas memasuki breadth tersebut. "Jangan lama-lama ada di sini mas, nanti diomelin penjaga pelabuhan. Kami juga warga setempat sudah diketatkan enggak bisa masuk dulu breadth pelabuhan," kata Sutikno (56), salah seorang warga setempat yang sedang membersihkan sampah di dalam breadth pelabuhan tersebut, Minggu (26/4/2015). mencoba mencuri-curi waktu masuk ke dalam breadth pelabuhan Minggu pagi, terlihat hanya ada beberapa perahu kecil dan perahu derek yang terparkir di pinggir pelabuhan. Sementara, di seberang pelabuhan yang berjarak sekitar 200 beat yaitu Pulau Nusakambangan hanya terlihat kerlap-kerlip lampu dan belum terlihat aktivitas apapun. Meski ada pengetatan aturan dari pihak pelabuhan, kawasan ini masih belum dijaga ketat petugas kepolisian seperti jelang pelaksanaan eksekusi mati tahap kesatu pada Januari lalu. Sebelumnya, Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati kasus narkoba yang akan segera dieksekusi secara serentak di Pulau Nusakambangan. Ke-10 terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat ialah Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Perancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina). Kesepuluh terpidana mati itu kini telah berada di Nusakambangan meskipun tersebar di sejumlah lapas di Nusakambangan. Mary Jane Fiesta Veloso merupakan terpidana mati terakhir yang masuk Nusakambangan setelah dipindahkan dari Lapas Wirogunan, Yogyakarta, pada Jumat pagi. Saat ini, Mary Jane telah berada di Lapas Besi, Nusakambangan, bersama tiga terpidana mati lainnya, yakni Andrew Chan, Myuran Sukumaran, dan Raheem Agbaje Salami. Enam terpidana mati lainnya, yakni Zainal Abidin, Serge Areski Atlaoui, Rodrigo Gularte, dan Okwudili Oyatanze di Lapas Pasir Putih, serta Martin Anderson dan Silvester Obiekwe Nwaolise di Lapas Batu,

Post a Comment