Satelit9.info Jakarta-Aparat kepolisian dari Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati seorang pria di sebuah kontrakan di Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2015) dini hari.
Ia adalah pemimpin sebuah komplotan begal yang digerebek polisi di markas mereka. "Penggerebekan terjadi pada pukul 01.00 WIB tadi. Mereka (komplotan begal) sempat melakukan perlawanan, maka terjadi baku tembak," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, saat dikonfirmasi, Jumat siang.
Selain menembak mati pemimpin begal, polisi juga menangkap enam begal lainnya sehingga absolute anggota komplotan itu adalah tujuh orang.
Penangkapan tersebut bermula saat polisi mendapatkan informasi keberadaan para begal di sekitar Taman Sari. Mereka pun melakukan observasi di sekitar kawasan tersebut. Kemudian, setelah cukup informasi, polisi menggerebek sebuah hotel, yaitu Auberge Lokasari 3. Di sana, polisi menangkap tiga begal.
Setelah mengembangkan informasi dari begal yang ditangkap, polisi mengarah ke sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kephar. Di rumah kontrakan itulah terjadi baku tembak yang menewaskan si pemimpin begal. "Jadi, penggerebekan sebetulnya dilakukan di dua lokasi, empat lainnya ada di rumah kontrakan," kata Didik.Baku Tembak Polisi vs Begal Satu Tewas
Satelit9.info Jakarta-Aparat kepolisian dari Subdirektorat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati seorang pria di sebuah kontrakan di Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2015) dini hari.
Ia adalah pemimpin sebuah komplotan begal yang digerebek polisi di markas mereka. "Penggerebekan terjadi pada pukul 01.00 WIB tadi. Mereka (komplotan begal) sempat melakukan perlawanan, maka terjadi baku tembak," kata Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, saat dikonfirmasi, Jumat siang.
Selain menembak mati pemimpin begal, polisi juga menangkap enam begal lainnya sehingga absolute anggota komplotan itu adalah tujuh orang.
Penangkapan tersebut bermula saat polisi mendapatkan informasi keberadaan para begal di sekitar Taman Sari. Mereka pun melakukan observasi di sekitar kawasan tersebut. Kemudian, setelah cukup informasi, polisi menggerebek sebuah hotel, yaitu Auberge Lokasari 3. Di sana, polisi menangkap tiga begal.
Setelah mengembangkan informasi dari begal yang ditangkap, polisi mengarah ke sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kephar. Di rumah kontrakan itulah terjadi baku tembak yang menewaskan si pemimpin begal. "Jadi, penggerebekan sebetulnya dilakukan di dua lokasi, empat lainnya ada di rumah kontrakan," kata Didik.
Post a Comment