Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Aksi Penyelamatan Dramatis Korban Banjir Karanganyar

Satelit9.info Karanganyar-Tiga warga Kaliboto, Kecamatan Mojogedang nyaris hanyut disungai karena mereka terjebak banjir yang melanda kawasan Karanganyar, setelah hujan berturut-turut melanda kawasan Lereng Lawu. Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, ketiga petani itu pergi ke sawah sudah siang. Mereka tidak juga pulang ke rumah meski saat itu hujan turun sangat deras. Mereka hanya berteduh di gubuk di tengah sawah mereka menunggu hujan reda. Menjelang magrib, mereka baru beranjak pulang setelah hujan mulai reda. Untuk pulang ke rumahnya, mereka memang harus menyeberangi sungai Kaliboto yang lebarnya sekitar 10 beat itu. Saat berangkat ke sawah, sungai tak begitu deras airnya. ‘’Namun ketika pulang, usai hujan turun sangat deras sejak siang, ternyata sungai meluap dan arusnya sangat deras. Ketiga petani itu tidak berani menyeberang, sementara untuk melewati jalan atau jembatan penghubung, harus memutar sangat jauh sekitar tiga kilometer,’’ kata Nugroho, Kepala BPBD Karanganyar. Mereka hanya menunggu saja sambil berharap arus sungai mereda. Namun sampai menjelang malam ternyata sungai tidak kunjung surut airnya malah semakin besar karena di hulu sungai di wilayah atas turun hujan deras. Beruntung saat itu ada warga lain yang lewat di seberang sungai dan melihat ketiga petani tersebut tidak bisa pulang. Warga itu langsung meminta bantuan warga lain. Sebagian lain melapor ke desa, dan segera dilanjutkan ke BPBD Karanganyar. Bakda Isya sekitar pukul 19.30, tim SAR Karanganyar tiba di lokasi dan berupaya mengevakuasi ketiga petani tersebut. Menggunakan tali, dengan perjuangan ekstra keras, akhirnya ketiga petani bisa diselamatkan. ‘’Saat evakuasi, bahkan nyaris personel SAR dan ketiga petani itu nyaris hanyut karena saat itu terpeleset batu licin dan terjatuh. Beruntung mereka berpegangan erat tali tersebut sehingga tidak sampai terseret arus sungai. Sebab tiga beat dari lokasi terjatuhnya mereka, ada kedung sangat dalam,’’ kata Nugroho. Proses evakuasi baru selesai sekitar satu jam kemudian, dan ketiganya langsung diantar pulang ke rumahnya, untuk kemudian diberikan pertolongan medis karena kedinginan serta menderita stres sebab tak segera bisa pulang setelah terjebak banjir. Sementara itu korban banjir di empat desa, Jaten, Kebakkramat, Colomadu dan Gondangrejo, mencapai 876 kepala keluarga (KK). Batten banyak terjadi di Gondangrejo yang melanda Krendowahono, Wonosari, Kragan dan Dayu sebanyak 675 KK, Kebakkramat di Waru dan Kebak 111 KK, Jaten 75 KK di Desa Sawahan dan Colomadu di Desa Ngasem 37 KK. ‘’Tidak ada yang parah karena air batten tinggi 1 beat dan langsung surut keesokan harinya. Warga hanya diungsikan pada Rabu malam setelah itu Kamis siang sudah bisa pulang ke rumahnya lagi. Namun kami akan melakukan bersih-bersih bersama warga sampai Minggu besok,’’ kata dia. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, banjir yang terjadi lebih disebabkan karena luapan air diakibatkan hujan sangat deras dan absolutist pada Rabu dan Kamis. Karena itu pihaknya sudah menginstruksikan untuk melakukan pendataan sungai yang salurannya tidak lancar sehingga terjadi luapan. ‘’Kalau karena bencana rutin, tidak ada. Hanya karena hujan deras sehingga air tidak tertampung di aliran sungai sehingga meluap. Kami akan melakukan pendataan, jika memang memungkinkan dilakukan perbaikan tanggul oleh Pemkab, akan dilakukan. Yang bagiannya Balai Besar Wilayah Sungai akan diserahkan ke instansi terkait,’’ kata dia.

Post a Comment