Kepala Pusat Data Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Lily Aprilia mengatakan, penumpang terdiri dari 12 orang peneliti asing Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta delapan anak buah kapal KM Nurah.
Lily menjelaskan KM Nurah berangkat tanggal 14 Maret 2015 pukul 17.00 WIB dari Batam menuju Tarempa, Kabupaten Anambas, dengan kondisi laut pasang tertinggi dan ombak kurang lebih 2 meter.
“Pukul 20.00 WIB kapten Kapal menginstruksikan semua tim keluar kamar dan berkumpul di dek atas dan diinformasikan bahwa kapal mengalami kebocoran lambung bagian kanan akibat ombak yang cukup besar,” kata Lily dalam keterangan persnya , Ahad malam (15/3).
Kapten kapal kemudian menghubungi pemilik kapal, Basarnas, dan Lantamal untuk meminta bantuan evakuasi. “ABK kapal berusaha mengeluarkan air dengan pompa tapi gagal karena debit air masuk lebih besar,” ujar Lily.
Selanjutnya pada pukul 21.00 WIB, tim Lantamal dan Basarnas mengkonfirmasi posisi kapal di perairan dan bergerak menuju lokasi. Pukul 02.00 WIB tim Gabungan TNI AL yang terdiri dari KRI Siribua, Barakuda, Kalahitam dan Kapiten Patimura melakukan evakuasi semua tim dan anak buah kapal. “Alhamdulillah semua selamat,” ucap Lily.
Lily menambahkan, setelah berhasil mengevakuasi, dilakukan pemeriksaan kesehatan semua tim dan ABK serta investigasi bersama dengan imigrasi dan Basarnas yang didampingi oleh PSDKP Batam.

Post a Comment