Satelit9.net Sukoharjo – Seakan tidak mau kalah dengan Rektor
Universitas Veteran Bangun Nusantara, pihak Yayasan YPPP Veteran ikut
angkat suara. Padahal sebelumnya ditemui beberapa kali, pihak YPPP Veteran tidak bersedia memberikan keterangan apapun terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran APBU Univet 2013/2014.
“Kami sangat menyayangkan bantahan dari pihak rektor, maka kami perlu memberikan keterangan kepada media, yang jelas kami tidak bermaksud menutup nutupi kasus ini,” kata kordinator tim pemeriksa bentukan YPPP Veteran, Bambang Margono, Jumat (20/3).
Dikatakan Bambang Margono, pihak yayasan telah melakukan klarifikasi pada Bulan Februari dan pertengahan Bulan Maret. Dalam salah satu poin dalam klarifikasi ini, dikatakan Bambang, Rektor sempat meminta agar dana sebesar Rp 104,5 juta dalam pos PMB diminta sebagai hadiah atas prestasinya memimpin Univet.
Sedangkan versi rektor menyatakan, selisih uang PMB 2014/2015 sebesar Rp 104,5 juta digunakan untuk operasional universitas dan panitia ini TMB. Serta account tambahan petugas pendaftaran karena adanya perpanjangan waktu pendaftaran sebesar Rp 78,9 juta, sedangkan sisanya Rp 25,6 dibawa Pembantu Rektor II periode 2013-2017.
Sebelumnya beredar berkas hasil analysis oleh tim independen laporan penerimaan dan pengeluaran Univet Bantara periode 2013/2014 di kalangan mahasiswa.selain hasil audit, juga terlampir surat dari pihak yayasan kepada abbey atas tudingan penyelewengan dana APBU, namun semua tuduhan dibantah oleh rekotor dan dinilai sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.
Post a Comment