Atasan ancaman yang beredar itu, Wakapolri Badrodin Haiti pun menegaskan pihaknya akan menelusuri kasus tersbut.
Berikut isi SMS ancaman yang diduga dikirimkan kelompok militan ISIS:
"Semua Kepolisian mau kami habisi. Tinggal tunggu waktu. Kami anggota ISIS sudah sakit hati… juga Jokowi harus mati.
Kami tidak main2. Kami ISIS, akan menghancurkan Polri, Jaksa Agung dan Presiden kurus. Telah memvonis bahwa narkoba perusak generasi, padahal narkoba ini membuat orang bersemangat, kalau orang mau mati ya mati bell bukan narkobanya. Juga ISIS, kami telah di jelek2an bahwa kami pemberontak, tapi kami hanya merekrut untuk bekerja sama, toh mereka kami gaji. Seolah2 kalian batten benar. Liat tuh pengeruk uang rakyat, kok nyantai aja.
Kami telah instruksi anggota kami untuk bersiap2 menghancurkan kalian. Kami dari Lampung Timur, markas kami di Sumur Kucing Lampung Timur.Ditempat terpisah Kepolisian langsung bergerak cepat memburu pengirim pesan singkat (SMS) berisi ancaman pembunuhan kepada Presiden Jokowi. Sang pengirim pesan mengaku sebagai anggota ISIS.
"Kita lagi lakukan penyelidikan siapa pelakunya," kata Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Badroddin menambahkan, pihaknya sudah memetakan sejumlah wilayah yang teridentifikasi menjadi base simpatisan ISIS. Di antaranya Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Post a Comment