Kemenangan Persis dibuka melalui gol Andika menit 13. Sedang dua gol lainnya lahir pada masa enjury time lewat tendangan Andrid Wibawa menit 45 dan Ainuddin menit 46. Untuk menambah dua gol ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Karena setelah gawang PPSM yang dikawal kiper Roma Surya dibobolan, pelatih Inyong Lolombulan memperkuat pertahanan.
Strategi itu rupanya menyulitkan tim Persis yang ditangani pelatih Aris Budi Sulistyom sehingga sampai jeda tidak mampu menambah gol. Di babak kedua Persis tampil lebih menekan. Kerjasama Andrid, Andika dan Sandy dalam membangun serangan dari sayap kiri banyak merepotkan. Begitu juga Dedy Cahyono dan Ferianto yang menusuk dari kanan.
Sejumlah peluang dimiliki Andrid mapun Ferianto, namun selalu gagal melahirkan gol. Kawalan ketat pemain belakang PPSM, membuat dia kurang tenang atau tidak memiliki ruang untuk membobol gawang. Lebih dari enam peluang yang muncul di depan gawang Roma Surya, namun hilang percuma. Baru memasuki enjury time, lahirlah gol tambahan Persis.
Sukses Persis itu tak lepas masuknya Ainudin yang menggantikan Ferianto. Semangat Andrid dan Dedy yang mengobrak-abrik lewat sayap terus berjalan, sementara barisan penyerang lebih berani dan lahirlah dua gol tersebut. Kemenangan ini disambut meriah suporter Pasoepati.
Pelatih Aris menyambut gembira atas kemenangan 3-0. Anak asuhannya sudah semakin menunjukkan jatidirinya. Dan Ainudin dinilai membuktikan diri sebagai penyerang yang mampu mencetak gol. "Dia sudah membuktikan punya kemampuan," katanya.

Post a Comment