Sidang putusan terkait bangkrut atau tidaknya Parma digelar pada Kamis 19 Maret 2015 petang waktu setempat. Dalam sidang yang berlangsung hanya 10 menit itu, pihak pengadilan menyatakan Parma bangkrut, tanpa ada pembelaan lebih jauh dari pihak klub.
Keputusan bangkrut diambil pihak pengadilan karena Parma memiliki utang yang mencapai lebih dari 200 juta euro (Rp2,7 triliun). Selain itu, di musim ini mereka juga sudah dua kali mendapatkan pengurarangan poin, karena belum membayar gaji pemain dan staf. Parma juga gagal menggelar dua pertandingan karena tak punya dana untuk operasional.
Penderitaan Parma makin lengkap, lantaran sehari sebelumnya, presiden klub Parma Giampietro Manenti ditangkap atas tuduhan melakukan penipuan dan pencucian uang. Sebagai gantinya, Angelo Anedda dan Alberto Guiotto ditunjuk memimpin Parma untuk sementara waktu.
Meski dinyatakan bangkrut, Parma akan tetap menyelesaikan kompetisi musim ini dengan bantuan dana dari Lega Serie A dan FIGC. Kabarnya, dana talangan agar Parma bisa menyelesaikan kompetisi musim ini akan diambil dari uang denda yang dibayarkan klub-klub Serie A.
Namun, demikian belum bisa dipastikan apakah para pemain Parma mau bermain hingga akhir musim ini. Pasalnya, beberapa waktu lalu gelandang Daniele Galoppa menyatakan, masa depan mereka di Parma "tergantung pada banyak hal."
Parma masih menyisakan 13 laga di musim ini (termasuk dua laga kontra Udinese dan Genoa yang ditunda). Pasukan Roberto Donandoni kini masih tercecer di posisi buncit dengan koleksi 9 poin

Post a Comment