Satelit9.net Brebes -Seorang tewas dan satu warga lainnya belum ditemukan, diduga masih tertimbun tanah longsor yang terjadi di beberapa titik 6 Desa, di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes. Hingga Jumat (13/3-2015), jenazah Endo (30) masih dalam pencarian petugas gabungan Polri, TNI dan dibantu masyarakat sekitar. Sementara jenazah mertua dari korban Endo bernama Wadiun (69) itu sudah dimakamkan.
Longsor akibat guyuran hujan terus menerus yang dimulai sejak Rabu (11/3/2015) hingga Kamis (12/3/2015) menjelang malam. terjadi tanah longsor di beberapa titik di wilayah 6 Desa di wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Bencana alam itu menyebabkan akses jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Salem dan Bantarkawung, tertutup tanah hingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Ke enam titik tersebut yakni di Desa Citimbang, Desa Secang, Desa Cikuning, Desa Mayan, Desa Gunung Larang dan Desa Talaga.Petugas gabungan itu hingga kemarin masih berusaha membersihkan tanah longsor yang menutup akses jalan provinsi di beberapa titik, hingga jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua. Untuk sementara kendaraan roda ampat belum diperbolehkan melintas karena jalanan masih banyak tanah lumpur.
Kapolres Brebes, AKBP Ferdy Sambo SIK mengatakan, peristiwa longsor dan banjir bandang itu terjadi awalnya hujan besar berlangsung absolutist hingga terjadi longsor pertama di Desa Citimbang, RT 4, RW 1 Salem. Di desa itu telah terjadi bencana alam tanah longsor dan banjir bandang, yang mengakibatkan 2 orang warga hilang.
Selanjutnya bencana tanah longsor dan jalan amblas terjadi di jalan Raya Bantarkawung, Kecamatan Salem, termasuk di Cikuning, Desa Terlaya, Di Desa ini jalan tertimbun longsoran tanah kurang lebih setinggi 1 beat dan menutup jalan lebar 6 meter. Ada tiga titik jalan yang tertimbun dan setelah dibersihkan kini bisa dilalui untuk roda dua, tutur Sambo.
Menurut Sambo, dikhawatirkan terjadi longsor susulan, mengingat hujan masih kerap turun di wilayah Salem. Jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Citimbang, bisa terisolir karena akses jalan menuju ke Kecamatan Salem tertutup.
Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE, yang sempat datang ke lokasi bencana itu meminta kepada masyarakat di wilayah bencana untuk tetap waspada dan hati-hati, jika hujan besar turun lagi sebaiknya sementara menuju lokasi yang aman bencana baik banjir bandang maupun longsor. "Kami ikut prihatin atas bencana alam ini, untuk itulah semua pihak terutama Polri,TNI dan sejumlah instansi terkait agar turun tangan membantu korban longsor dan utamakan jiwa manusianya. Bila dibutuhkan untuk mengungsi, maka warga sekitar bencana agar dipindahkan ke tempat yang aman," ujar Idza.
Longsor juga menyebabkan tanah bergerak di Desa Gununglarang, sebanyak 31 KK warga di Desa Gununglarang, meminta agar segera direlokasi. Dua tahun lalu sudah ada 40 kepala keluarga yang sudah direlokasi, namun 31 KK lainnya tidak mau pindah. Sekarang justru semua warga di desa tersebut menghendaki untuk segera direlokasi. Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk rencana relokasi warga ketempat yang aman. Pemerintah daerah akan bekerjasama dengan TNI dan Polri dalam menanggulangi bencana tanah longsor ini. tegas Idza.
Sedangkan menurut Dandim 0713/Brebes, Mayor (Inf) Rudy Firmansyah SE MM, petugas Kodim bersama Polres Brebes dan BPBD serta masyarakat desa saat ini masih bergotong royong membersihkan bekas longsor yang menutup akses jalan di beberapa titik bencana tersebut sampai kondisi jalan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Longsor juga menyebabkan banyak pohon tumbang dan aliran listrik padam akibat banyaknya tiang listrik yang roboh.
"Kami menerjunkan ratusan personel yang terdiri dari perbantuan Koramil-Koramil jajaran Kodim 0713/brebes untuk membantu membersihkan longsoran yang menutup jalan agar akses jalan bagi masyarakat dapat terbuka kembali. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, jika tidak terjadi longsor lagi, kemungkiann besar Sabtu besok akses jalan sudah accustomed kembali,” ujar Rudy.

Post a Comment