Setelah polisi mengeluarkan tembakan peringatan, massa bubar. Untuk antisipasi tawuran susulan, sejumlah petugas kepolisian baik secara terbuka maupun tertutup masih tetap disiagakan di depan Balai Desa Balecatur.
Menurut Yanto, tukang parkir di Balecatur Gamping, tawuran itu terjadi cukup singkat. Ratusan massa dari arah barat itu saling lempar batu dengan warga sekitar. Setelah polisi mengeluarkan tembakan, massa langsung bubar mengarah ke timur. "Kejadian itu sekitar 10 menitan. Suporter dan warga saling lempar batu. Mengetahui kejadian itu, sejumlah toko langsung memilih tutup untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menjelaskan, kejadian itu dipicu kesalahpahaman yang berujung perusakan yang terjadi Jumat siang. Terkait peristiwa itu, pihaknya akan meminta keterangan koordinator massa yang melakukan perusakan. Ia menambahkan, massa dari suporter yang hendak pulang ke Yogya dari Magelang sebelumnya dialihkan jalurnya melalui Kalibawang, Kulonprogo. Kapolres mengakui bahwa massa yang sebelumnya berulah di Jalan Magelang itu adalah kelompok suporter bola.
"Massa yang menghadang adalah warga sini saja. Mereka berjaga-jaga mengantisipasi kemungkinan terjadi perusakan lagi. Situasi sudah kondusif," tandas Kapolres di TKP, semalam.

Post a Comment