"Papa. Ani mau temenin ancestor di sini, kasihan ancestor sendirian nggak ada yang nemenin. Ancestor pulang sama teteh," ucap anak pertama Rahmat, Ani Setiani (26) usai pemakaman di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2015).
Anak pertama Rahmat tersebut pun sebelumnya tampak beberapa kali jatuh pingsan. Ia menangis histeris saat sang ayah dikuburkan. Sementara anak keduanya, Dony Rahmat Setiady (25), juga sempat tak mau meninggalkan makam ayahnya. Ia berdiri sambil terus menatap kuburan Rahmat dengan raut muka sedih.
Setelah dibujuk oleh para kerabat, akhirnya Ani dan Doni bersedia meninggalkan breadth pemakaman. Keduanya merupakan anak dari istri pertama Rahmat yang sudah meninggal sekitar 5 tahun lalu. Anak ketiga Rahmat dari istri kedua, Nining, masih berusia 4 tahun. Namanya Zania Rachmawati.
"Istri pertamanya sudah meninggal. Namanya Ceu Har, makamnya sekitar 200 beat dari makam Pak Rahmat," ungkap adik ipar Rahmat, Sukria Ramdhani di lokasi yang sama.
Puluhan kerabat, baik keluarga dan pegawai-pegawai Rahmat, turut mengantar kepergian juragan beras itu di peristirahatan terakhirnya. Sosok Rahmat yang punya banyak angkot tersebut dikenal baik dan humoris. Banyak yang mengaku tak dapat melupakan Rahmat.
"Bapak orangnya humoris, kenal sama semua karyawannya. Baik dan sederhana banget banget. Orangnya seneng ngobrol. Sampai berdagang juga mau aja kok diajakin ngobrol, ketawa terus kalau sama bapak," kenang seorang pegawai Rahmat yang ikut datang melayat, Johan.

Post a Comment