"Setelah dilakukan penelitian ditemukan adanya penambahan anggaran, untuk itu saya melapor ke Pak Gubernur," ujar Anas kepada wartawan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (6/3/2015).
Dia berasumsi, temuan 'dana siluman' juga terjadi di wilayah Jakarta lainnya. "Namun karena terjadinya saat ini di Jakarta Barat, makanya kami yang dicecer sekarang," lanjutnya.
Dia pun meminta awak media untuk menanyakan perihal rincian 'anggaran siluman' itu ke Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta. "Siapa Kadis-nya dulu di tahun 2014? Tanya aja ke dia detailnya seperti apa," tegasnya.
Dia pun membenarkan soal surat pernyataan terkait dugaan 'dana seliman' pengadaan UPS. "Iya benar itu surat peryataan saya yang buat, tidak yang paksa. Saya tidak pernah mengajukan anggaran itu sebesar itu, apalagi meminta," pungkasnya.
.jpg)
Post a Comment