Informasi dihimpun, sebelum terjatuh, korban bermain bersama rekan-rekannnya. Saat itu, korban sedang istirahat setelah mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Diduga, korban waktu itu bermain di dekat ruang 17, masuk ke dalam sekat penghubung antar bangunan dan menginjak salah satu enternit persis di depan toilet. Kejadian sekitar pukul 09.30 WIB tak urung membuat sekolah gempar.
“Dari informasi yang saya dengar dari rekan-rekan korban, saat itu korban tengah bermain di atas tembok beton. Sekat pembatas bangunan itu sendiri sudah diberi penghalang. Nah, tiba-tiba korban masuk ke dalam plafon dan hilang. Tahu-tahu sudah gempar. Korban itu terjatuh persis di depan toilet,”ungkap Hadi Priyono (45) Waka Kurikulum MTSN Wonogiri.
Menurut dia, kejadian itu tak urung membuat kaget seluruh sekolah. Lantaran banyak darah yang mengucur di kepala korban, pihaknya berinisiatif untuk melarikan korban ke rumah sakit. Korban terjatuh membentu lantai keramik. Sedang plafon enternit yang jebol berdiameter sekitar 50 sentimeter.
Kondisi korban sendiri sudah melewati masa kritis saat dirawat di ruang Pediatric Intensif Care Unit (PICU) RSUD Wonogiri. Kepala Pelayanan Medik RSUD SMS Wonogiri Adhi Dharma menjelaskan, korban mengalami pendarahan telinga kanan dan hidung kini korban ditangani langsung oleh dokter spesialis THT dan anak di ruang PICU.
“Ada pendarahan ditelinga kanan, dan bagian hidung juga pembengkakan bagian otak. Mungkin karena benturan. Sedang pada hidung kemungkinan ada luka pada bagian tulang rawan, dan juga penumpukan darah dirongga sinus,” jelasnya.
Adi Dharma menambahkan, kemungkinan kondisi korban akan cepat membaik dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit lain

Post a Comment