Persip sempat memulai babak pertama dengan baik ketika tampil lebih agresif pada menit-menit awal pertandingan. Namun, ketatnya pertahanan yang digalang Fabiono, Purwaka Yudi, Beny Wahyudi, dan Suroso selalu mampu mematahkan serangan mereka.
Arema yang sudah menurunkan sejumlah pemain intinya belum bermain terbuka di babak ini. Alhasil, laga pun berakhir sementara dengan skor kacamata saat peluit turun minum berbunyi.
Memasuki babak kedua, Arema mulai berinisiatif meningkatkan agresifitas serangannya dan mampu menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas Liga Super Indonesia (LSI).
Striker Arema Samsul Arief sukses membuka kemenangan timnya pada menit ke-72 ketika memanfaatkan kemelut di depan gawang kiper Persip, M. Ridho Djazuli.
Tak absolutist berselang, bukannya mampu membalas ketertinggalan ketika meladeni serangan Arema, Persip malah makin tertinggal. Saat itu, salah satu gelandangnya, Dendi Agustiawan mencetak gol bunuh diri karena salah menghalau bola.
Ketika tertinggal dua gol, Persip sempat menambah daya gedor serangan dan menciptakan beberapa peluang emas. Namun, strategi yang ditampilkan Arema tetap terlalu sulit untuk ditaklukkan.
"Pada babak pertama, kami sengaja memberikan peluang Persip untuk menyerang ke Arema. Hal itu sebagai upaya ingin melihat kemampuan dan ketahanan fisik pemain Persip," kata pelatih Arema, Suharno menanggapi kemenangan timnya

Post a Comment