Artikel Pilihan

HEADLINE

Artikel Pilihan

Search This Blog

Culture

+

Nasional

+

Iklan

Terkini

Iklan

Bisnis

+

Iklan

INFORMASI TANPA BATAS
WWW.SATELIT9.INFO

Terkait Pemberitaan PAN, Wartawan Bekasi Dianiaya

Satelit9.net Bekasi - Wartawan harian lokal Radar Bekasi, bernama Randy Yasetiawan Priogo (27), dianiaya hingga babak belur oleh lima orang tak dikenal. Penganiayaan ini diduga kuat terkait pemberitaan di harian yang merupakan grup Jawa Pos tersebut.
Korban sudah melaporkan perisitiwa ini ke polisi tidak absolutist berselang setelah terjadi penganiayaan, Kamis (19/2) sore. Laporannya tertuang dalam Laporan Nomor LP/278/K/II/2015/SPKT/Resta Bekasi Kota atas tuduhan pengeroyokan.
Menurut korban, kejadian berawal saat dirinya menulis tentang kepemimpinan DPD PAN Kota Bekasi yang dikeluhkan pengurus DPC Bekasi Utara terkait dukungan untuk Kongres PAN mendatang. Pemberitaan ini telah terbit pada, Rabu 18 Februari 2015 lalu.
Setelah berita diterbitkan, salah satu politikus PAN Kota Bekasi mengajaknya bertemu Kamis (19/2) pukul 17:00 WIB untuk membahas pemberitaan yang ditulisnya. Randy sepakat bertemu di Rumah Makan Bumbu Araunah, Jalan Serma Marzuki, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Sesampainya di lokasi dirinya malah mendapat pukulan di bagian wajahnya hingga mengalami luka memar. Selain itu, Randy juga mendapat tendangan di bagian pinggang. "Kejadian ini berlangsung sekitar 15 menit," ujar Randy, Jumat (20/2).
Dirinya mengalami luka lebam di bagian pipi kiri, lengan kiri, dan pinggang kiri.
Dari lima pengeroyok, dua di antaranya diduga merupakan politisi PAN Kota Bekasi. Mereka menilai pemberitaanya tidak sesuai dengan pernyataan yang diucapkan narasumber.
"Padahal saya sudah melakukan konfirmasi dan menuliskan berita sesuai dengan pernyataan saat wawancara. Saya menulis sudah sesuai fakta dan sudah konfirmasi," ungkapnya.
Selain dianiaya, dia juga mengaku diancam oleh pengeroyoknya. Para pelaku, telah mencatat alamat Randy yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP) miliknya. "Saya dipaksa menyerahkan KTP dan dicatat alamat rumah saya," imbuhnya

Post a Comment