Bila musim lalu Stadion Manahan penuh sesak saat Persis menjamu PSIS lantaran Pasoepati kompak, baik dari segala penjuru tribun bersorak-sorai, namun tidak untuk laga abscessed tadi. Sejumlah tribun stadion seperti di tribun B7 serta tribun Selatan terlihat menurun jumlahnya.
Ternyata adalah aksi boikot dilakukan ratusan anggota Pasoepati. Para penonton biasanya memenuhi stadion lebih memilih berada di luar karena sedang melakukan demonstrasi.
Para penonton ini melakukan aksi boikot di halaman parkir Manahan lantaran Persis Solo tak kunjung memiliki badan hukum berupa perseroan terbatas (PT). Salah satu suporter melakukan aksi boikot, Iwan Samudra mengatakan, Pasoepati jenuh dengan keadaan Persis tak segera berubah.
Diakuinya, Persis Solo wajib direvolusi seperti diungkapkan eksketua umum sekaligus Walikota Solo Hadi Rudyatmo (Rudy), beberapa waktu lalu.
“Pernyataan dari Pak Rudy yang meminta Persis harus meninggalkan cara absolutist sangat kami tunggu realisasinya dari pengurus yang baru ini. Tim ini harus menjadi profesional yang salah satunya wajib punya PT.” ungkapnya.
.jpg)
Post a Comment