“Padahal pintu masuk konser dijaga petugas sampai tiga lapis. Penonton yang masuk digeledah, namun tidak menemukannya membawa minuman keras, senjata tajam atau benda mencurigakan lainnya,” kata Kapolsek Karanganyar Kota AKP Joko Waluyono , Selasa siang(17/2).
Pengamanan berlapis ini tidak membuat pelaku kehabisan akal. Botol-botol minuman kemasan berisi ciu oplosan ternyata sudah disiapkan di bilik-bilik tepi lapangan. Mereka juga nekat mendistribusikan ciu ke teman-temannya di dalam lapangan saat konser berlangsung, dengan cara dilempar. Kapolsek dan anggotanya mendapati botol-botol plastik itu berserakan di semak belukar. Lantaran hal ini, kemudian petugas menyisir breadth Lapangan Ngarjosari hingga didapati botol miras dengan jumlah lebih banyak. Dalam operasi ini, tak satu pun pemilik miras tertangkap basah.
“Tercium bau menyengat ciu dari botol-botol minuman bersoda itu. Pasti oplosan. Dengan melihat isinya sudah tidak lagi penuh, kemungkinan para penonton berpesta miras saat konser berlangsung,” jelasnya.
Konser OM Sera dalam rangka penutupan Turnamen Perseha Cup I 2015 ini berlangsung Senin malam pukul 20.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Selama orkes melayu asal Gresik, Jawa Timur ini tampil bersama Savana, kelompok musik lokal beraliran reggae, Kapolsek mengatakan tidak terjadi keributan. Beruntung accident ini berlangsung relatif kondusif meski hanya dijaga 1 regu polisi berjumlah 10 orang. Usai konser rampung, Kapolsek meminta seluruh penonton yang mayoritas berusia belasan tahun itu supaya segera pulang.
“Ada seorang gadis vianisti asal Malang yang terlantar. Dia ditinggalkan teman-temannya, kemudian saya antarkan sampai Palur supaya mendapat bus arah ke Jawa Timur dan segera pulang,” katanya

Post a Comment