Satelit9.info Solo -Setelah kemarin hanya melihatnya saja dari seberang jalan ketika lewat berkendara di depannya, hari itu kami sarapan pagi di Soto Seger Mbok Giyem Abandoned yang lokasinya berada di Jl Bhayangkara, wilayah Tipes. Halaman parkirnya dipadati dengan deretan sepeda motor, sedangkan mobil berderet parkir di tepian jalan, di kedua sisi.Agak repot juga saat harus menyeberang jalan lantaran lalu lintas lumayan ramai di Jl Bhayangkara Abandoned ini. Setelah beberapa kali kepala berputar ke kanan dan kiri, barulah kami bisa menemukan ruang aman untuk menyeberang jalan. Seingat saya tukang parkir ikut membantu pengunjung untuk menyeberang.
soto seger mbok giyem solo
Tampak depan warung Soto Seger Mbok Giyem, dengan dua deretan motor yang dipunyai para penikmat sarapan soto. Ada satu ekstra huruf “e” pada spanduk berisi tengara nama yang menggantung di depan warung. Segeer.
Memasuki warung terlihat para pelayan lalu lalang sibuk melayani permintaan pesanan pengunjung yang jumlahnya tampak jauh lebih banyak ketimbang di tempat kami sarapan pagi kemarin. Begitu pun tak ada kesulitan buat kami untuk mencari tempat duduk yang kosong.
soto seger mbok giyem solo
Suasana di dalam ruangan warung Soto Seger Mbok Giyem Solo, dengan dua lajur bangku dan meja panjang di kiri kanan yang berjejer jauh sampai ke belakang. Warung yang ramai pasti masakannya enak, dan relatif murah.
Pelayanannya cepat. Begitu badan menyentuh kursi, seorang pelayan datang menyapa. Ada pilihan soto ayam atau soto daging. Ukurannya juga bisa pilih, yang accustomed atau porsi kecil. Pelayan cukup teriak dari sebelah meja pelanggan untuk memberitahu petugas yang menyiapkan makanan di bagian depan.
soto seger mbok giyem solo
Inilah dia Soto Seger Mbok Giyem dengan kuah bening, diisi potongan daging, taburan kecambah segar, daun seledri dan bawang merah goreng. Setelah menambahkan perasan jeruk nipis, kecap dan sedikit sambal, maka dimulailah prosesi penyantapan soto yang kuahnya masih lumayan panas ini.
Rasa kuahnya memang menyegarkan tenggorok, meskipun ada rasa vetsin di sana yang tak kami temui pada Soto Ayam Gading 2. Saya lupa menanyakan apakah ada pilihan soto yang tak menggunakan vetsin. Satu porsi dengan cepat ludas, dan sebelum habis telah pesan lagi porsi kecil yang bernasib sama. Dua buah tempe goreng ikut menjadi korban. Segelas teh tawar panas membersihkan tenggorok dari sisa rasa kuah.
Ada makanan tambahan telur dadar yang dibentuk kotak memanjang, perkedel, allay babat, telur puyuh tusuk, tempe goreng kering, sosis abandoned goreng yang berminyak, karak, dan beberapa makanan lagi yang harganya berkisar Rp.1.000 -Rp.3.000. Tempe goreng keringnya enak, namun saya lebih suka yang di Soto Ayam Gading 2.
Puas makan, kami membayar makanan di kasir. Semangkuk soto dihargai Rp. 7.000, ayam atau pun daging harganya sama. Di kasir kami membeli beberapa buah jajanan pasar untuk bekal di jalan. Ada tiga lajur dan lima deret nampan di sisi kasir yang berisi berbagai jajanan pasar yang pasti akan menggoda pengunjung. Pintar.
Post a Comment