Satelit9.net Yogyakarta –LA (18) korban penyekapan dan penganiayaan
yang dilakukan teman-temannya, Kamis (12/02/2015) lalu ternyatamerupakan murid yang jarang masuk sekolah. LA merupakan siswa kelas XI sebuah SMA swasta di Kota Yogyakarta.
John Franklin (17) teman sekelas korban mengungkapkan, LA memang jarnagterlihat di sekolah. Jika sekalipun masuk, LA biasanya mengikuti tidak lebih dari 1 jam pelajaran saja.
"Jarang masuk sekolah dia, saya yang teman satu kelas saja sangat jarang melihatnya. Paling jika masuk absen lalu pulang begitu saja," ungkapnya di sekolah tempat mereka menuntut ilmu.
Sementara itu wali kelas LA, Naning Suliasih mengatakan, untuk division kedua ini saja korban belum terlihat masuk dan mengikuti mata pelajaran Sosiologi yang diampunya. Tak hanya Sosiologi saja, beberapa mata pelajaran juga ada yang belum pernah diikutinya pada division ini.
Kendati demikian, sebagai wali kelas Naning tetap meminta kepada Kepolisian untuk menangani kasus yang menimpa anak didiknya itu dengan serius. Ia juga berharap kasus LA ini dapat menjadi pelajaran bagi siswa di sekolahnya maupun pelajar yang lain.
"Meskipun hal tersebut terjadi di luar jam sekolah namun tetap nanti akan saya ajak bicara claimed tersebut saat masuk sekolah. Semoga hal ini dapat membantunya," jelas Naning.
Post a Comment