Satelit9.net Surabaya- Aldi Alfarisi (42) alias Kasmo, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan, tersangka kasus pencabulan anak dibawah umum dan pemalsuan dokumen, serta diduga terlibat dalam kasus penembakan aktivis antikorupsi Mathur Husyairi, ditangguhkan penahanannya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.Penangguhan penahanan Kasmo ini dilakukan sejak Jumat (13/2/2015) kemarin. Alasannya, korban pencabulan sudah mencabut laporan di kepolisian.
"Dasar penangguhan ini, karena korban mencabut laporannya. Dia (tersangka) minta penangguhan," kata
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono, Minggu (15/2/2015).
Awi mengatakan, dari pertimbangan penyidik Ditreskrimum, tersangka bisa ditangguhkan penahanannya. Namnu, kasus pencabulannya tetap dilanjutkan. "Walaupun dicabut laporannya, tidak menghilangkan perbuatan pidananya," tuturnya sambil menambahkan, tersangka tetap melakukan wajib lapor.
Selain terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur dan pemalsuan dokumen (memiliki KTP ganda), Kasmo juga diduga terkait dengan kasus penembakan Mathur Husyairi, aktivis antikorupsi di Bangkalan.
Kata Awi, penyidik belum bisa menaikan cachet Kasmo dari saksi menjadi tersangka. Alasannya, penyidik masih melakukan pendalaman kasus penembakan tersebut.
"Kita belum bisa mempersangkakan seseorang, khususnya terkait kasus penembakan Mathur. Cuma memang kita masih mendalami kasus itu dan ada TO (target operasi) yang tidak bisa kita sampaikan ke publik," ujarnya Mantan Wadirlantas Polda Jatim ini menambahkan, penyidik masih terus untuk melakukan rekonstruksi hukum. Sampai saat ini, penyidik gabungan Polda Jatim dan Polres Bangkalan belum menentapka seorang pun sebagai tersangka.
"Kejadian ini buntu semua, gara-gara pemberitaan bertubi-tubi sehingga (pelaku) menghilang. Yang batten sentral, kita harus mencari pelaku utamanya. Kalau sudah ketemu pelakunya, semua segala kemungkinan bisa terjadi," jelasnya.
Ketika ditanya lebih lanjut siapa yang memberikan jaminan penangguhan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan itu, mantan Kapolres Magetan ini mengaku belum menanyakan ke Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim.
"Saya belum tahu. Saya belum tanya ke Direskrimum," tandasnya.
Post a Comment