Satelit9.net Jakarta-Berbagai kecaman datang dari beberapa negara sahabat perihal pelaksanaan eksekusi mati warga negaranya. Beberapa negara, seperti Australia dan Brasil, bahkan sudah menggunakan aksi diplomatik sebagai bentuk protes.Akan tetapi, Dewan Perwakilan Rakyat menegaskan eksekusi mati tahap dua yang sudah direncanakan tersebut harus tetap dijalankan. Meskipun hubungan mutual antara Indonesia dan negara sahabat dapat terganggu.
“Ya dampaknya sudah bisa kita antisipasi. Pasti ada penolakan, protes, bahkan ada tindakan yang mengarah kepada terganggunya hubungan mutual itu apabila proses eksekusi itu tetap kita jalankan,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR
Tantowi Yahya , Sabtu malam (21/2/2015).
Menurut Tantowi, mau tidak mau Indonesia harus tahan dikecam agar menjadi negara yang ditakuti para pengedar narkoba. Selama ini, menurut Tantowi, Indonesia telah dianggap sebagai surga bagi para penyeludup, pengedar dan bandar narkoba.
“Sekarang mereka sudah mulai memperhitungkan Indonesia sebagai suatu negara yang tidak bisa dipermainkan lagi dalam konteks pelaksaanaan hukuman yang keras,” ungkap Tantowi.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan senantiasa mendukung pemerintah yang tidak tunduk terhadap tekanan dari negara sahabat terkait dengan pelaksanaan hukuman mati. Dia menjelaskan bahwa Indonesia tidak menghukum negara sahabat, tapi menghukum kriminal dari negara tersebut.
“Satu hal yang harus kita perhatikan bersama adalah bahwa kita bukan menghukum negara tersebut. Tetapi kita sedang menghukum warga negara dari negara tersebut yang terlibat tindak dan perilaku kriminal,” pungkas Tantowi.
Post a Comment